Implementasi grid tie inverter pada pembangkit listrik tenaga surya on grid untuk golongan pelanggan rumah tangga masyarakat perkotaan

Main Article Content

Herwandi - Mohammad Luqman Donny Radianto

Abstract

Terbatasnya energi fosil di Indonesia menyebabkan adanya pengembangan energi baru terbarukan. Energi terbarukan merupakan energi non-fosil yang berasal dari alam. Pemanfaatan energi surya bisa dilakukan dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Perencanaan PLTS menggunakan sistem on grid, sistem masih terkoneksi dengan jaringan PLN. Sistem dimanfaatkan sebagai backup untuk aliran listrik. Sistem akan bekerja secara otomatis ketika aliran listrik PLN terputus dengan memanfaatkan panel ATS (Automatic Transfer Switch). Pembangkit listrik tenaga surya sistem on grid ini cocok diterapkan di perumahan dengan memanfaatkan atap sebagai ruang untuk menyerap energi matahari. Sistem ini jika dipasang bersamaan dengan PLN akan mengurangi pengeluaran biaya listrik. Penerapan sistem atau prinsip kerja PLTS Grid Tie System ini dapat dijalankan dengan sistem kelistrikan PLN. Dalam sistem ini, jaringan listrik PLN berperan sebagai penyalur atau penghubung arus listrik yang berasal dari panel surya yang dialirkan pada beban. Dengan begitu pada siang hari, penggunaan listrik dapat memanfaatkan energi listrik dari sinar matahar dan pada malam hari karena tidak ada sinar matahari menyebabkan tidak ada produksi listrik dari solar panel, maka dapat tetap menggunakan arus listrik yang berasal dari PLN.


Perencanaan dilakukan dengan pemilihan komponen PLTS, beban yang dibutuhkan 900Watt, lama waktu penyinaran efektif 10 jam/hari. kemudian melakukan perhitungan komponen PLTS, menentukan tata letak penempatan panel surya dan panel ATS (Automatic Transfer Switch) yang digunakan untuk membackup apabila jaringan listrik PLN terputus.


Dari hasil pengukuran arus, tegangan dan daya di dalam rumah pada jam 07.00 sampai dengan 17.00 pada waktu cuaca cerah, yaitu sebelum Grid Tie Inverter dihubungkan ke jala-jala dihasilkan daya rata-rata, P=606,105Watt dan setelah Grid Tie dihubungkan ke jala-jala, P=292,63 Watt. Jadi penghematan daya beban di rumah yang dihasilkan sebesar 52 % dalam satu hari.


Limited fossil energy in Indonesia has led to the development of new and renewable energy. Renewable energy is non-fossil energy that comes from nature. Utilization of solar energy can be done by building a Solar Power Plant (PLTS). PLTS planning uses an on-grid system, the system is still connected to the PLN network. The system is used as a backup for electricity. The system will work automatically when the flow of PLN electricity is cut off by utilizing an ATS (Automatic Transfer Switch) panel. This on-grid solar power plant system is suitable for residential use by utilizing the roof as a space to absorb solar energy. This system if installed together with PLN will reduce expenditure of electricity costs. The application of the system or the working principle of the PLTS Grid Tie System can be run with the PLN electrical system. In this system, the PLN electricity network acts as a distributor or connector for the electricity that comes from the solar panels that are flowed to the load. That way during the day, the use of electricity can take advantage of electrical energy from the sun and at night because there is no sunlight it causes no electricity production from solar panels, it can still use the electric current that comes from PLN.


Planning is done by selecting the PLTS component, the load required is 900 Watt, the duration of effective irradiation is 10 hours / day. Then calculate the PLTS components, determine the layout of the placement of the solar panels and ATS (Automatic Transfer Switch) panels which are used to back up when the PLN electricity network is interrupted.


From the results of measuring currents, voltages and power in the house at 07.00 to 17.00 when the weather is clear, that is, before the Grid Tie Inverter is connected to the grid, the average power is generated, P = 606.105Watt and after the Grid Tie is connected to the grid mesh, P = 292.63 Watts. So, the resulting load power savings at home is 52% in one day

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
-, Herwandi; LUQMAN, Mohammad; RADIANTO, Donny. Implementasi grid tie inverter pada pembangkit listrik tenaga surya on grid untuk golongan pelanggan rumah tangga masyarakat perkotaan. JURNAL ELTEK, [S.l.], v. 19, n. 1, p. 108-113, apr. 2021. ISSN 2355-0740. Available at: <https://distilat.polinema.ac.id/index.php/eltek/article/view/292>. Date accessed: 19 sep. 2021. doi: https://doi.org/10.33795/eltek.v19i1.292.
Section
Articles

References

[1] Al-Showany, E., F., A., 2016, “The Impact Of The Environmental Condition On The Performance Of The Photovoltaic Cell”, American Journal Of Energy engineering. Vol. 4, No. 1, 2016.
[2] Anjaswari, Almasita, 2014, “Analisis Pola Metering Sistem Grid Connected PV Yang Disimulasikan Pada Beban Rumah Tangga Di Nusa Tenggara Barat”, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Mataram, NTB
[3] Dewi, Ratna, 2015, “Dasar-dasar Rangkaian Listrik”, Bandung.
[4] Diputra, W., 2008, “Simulator Algoritma Pendeteksi Kerusakan Modul Surya Pada Rangkaian Modul Surya”, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Indonesia, Depok.
[5] Hadiyanto, D. dan Tua, S., T., H., 2016, “Modul Komponen PLTS (Mendukung Diklat Teknis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bagi Patriot Energi)”, Jakarta Timur.
[6] Nithyananthan, K., 2017, “Design And Development Of Automated Solar Panel Cleaner And Cooler”, Institute Of Engineering and Technology, Nalgonda, Talangana State.
[7] Setiawan, I, K., Agus, 2014, “Analisis Unjuk Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Satu MWp Terinterkoneksi Jaringan di Kayubihi, Bangli”, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Udayana: Bali.
[8] Setyabudi, Rudy, 2014, ”Peningkatan Kinerja Grid Tie Inverter Pada Jaringan Listrik Mikro Saat Kondisi Islanding Dengan Penambahan Perangkat Uninterrupted Power Supply”, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Indonesia: Depok.
[9] Sopian, Kamaruzzaman, 2007, “Performance of a Grid-Connection Photovoltaic System In Malaysia”, Solar Energy Research institute, Universitas Teknologi MARA: Malaysia.
[10] Suryanti, E., M., 2014, “Analisis Evaluasi Kinerja Sistem Potovoltaik On-Grid Pada pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gili Terawangan”, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Mataram: NTB.
[11] Wibisana, B., S., 2008, “Analisis Perbandingan Pembacaan kWh Meter Analog Dengan kWh Meter Digital Pada Ketidakseimbangan Beban”, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Indonesia: Depok.
[12] Winasis, 2014, “Evaluasi Unjuk Kerja System Photovoltaic 12 kWp Pada Pembangkit Listrik Hibrida Surya – Angina Pantai Baru Bantul”, Jurusan teknik Elektrodan Teknik Informasi, Universitas Gajah Mada: Yogyakarta.