IoT system terpadu untuk pengelolaan sarang lebah

Main Article Content

Vivien Arief Wardhany Alfin Hidayat Subono -

Abstract

Lebah madu adalah jenis serangga social yang hidup berkoloni. Lebah memiliki manfaat bagi kehidupan manusia yaitu dalam proses penyerbukan tanaman serta menghasilkan madu yang dapat dikonsumsi karena memilki nilai gizi yang tinggi. Pada sistem peternakan lebah modern ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu iklim, lokasi sarang lebah dengan ketersediaan tanaman (bunga) yang menjadi sumber makan bagi lebah dan material sarang lebah. Pada penelitian ini telah dibuat suatu sistem terpadu yang terdiri dari 3 bagian penyusun sistem yaitu hardware yang terdiri dari sensor suhu, kelembaban, load cell dan geo lokasi (penentu lokasi) berikutnya adalah software yang terdiri dari Web Server dan aplikasi Android yang berisi data hasil pembacaan sensor yang disajikan dalam bentuk grafik sehingga memudahkan pembacaan hasil monitoring dari hardware, serta notifikasi apabila tiba saat pemanenan sarang atau kondisi suhu dan kelembaban yang tidak sesuai dengan standar tidak terpenuhi. Hasil pengujian sistem ini didapatkan bahwa Suhu optimal pada kandang lebah dapat dipertahankan dengan aktuator. Aktuator dapat mepertahankan suhu dari 34,4 ℃ ke 32,9℃ selama 1 menit 5 detik dan dari 31,2 ℃ ke 32,2 ℃ selama 1 menit 15 detik. Aplikasi web dan android ini mempermudah para peternak lebah untuk mengelola kondisi sarang lebah dari hasil pengujian untuk monitoring kondisi sarang lebah dapat berjalan dengan baik, dimana data yang ditampilkan adalah suhu, kelembaban dan berat.


Honey bees are a type of social insect that live in colonies. Bees have benefits for human life, namely in the process of pollinating plants and producing honey that can be consumed because of their high nutritional value. In the modern beekeeping sistem, there are several things that need to be considered, namely the climate, the location of the beehive and the availability of plants (flowers) which are a source of food for bees and beehive materials. In this research, an integrated system consisting of 3 parts of the system has been created, namely Hardware consisting of temperature, humidity, load cell and geo location sensors. Next is the software consisting of a Web Server and an Android application that contains reading data. sensors are presented in graphical form to facilitate reading of monitoring results from Hardware, as well as notifications when nest harvesting arrives or temperature and humidity conditions that do not comply with standards are not met. The test results of this system show that the optimal temperature in the beehive can be maintained with an actuator. The actuator can maintain temperature from 34.4 ℃ to 32.9 ℃ for 1 minute 5 seconds and from 31.2 ℃ to 32.2 ℃ for 1 minute 15 seconds. This Web and Android application makes it easier for beekeepers to manage the conditions of the beehive. From the test results for monitoring the conditions of the beehive, it can run well, where the data displayed is temperature, humidity and weight.


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
WARDHANY, Vivien Arief; HIDAYAT, Alfin; -, Subono. IoT system terpadu untuk pengelolaan sarang lebah. JURNAL ELTEK, [S.l.], v. 19, n. 1, p. 9-17, apr. 2021. ISSN 2355-0740. Available at: <https://distilat.polinema.ac.id/index.php/eltek/article/view/277>. Date accessed: 05 aug. 2021. doi: https://doi.org/10.33795/eltek.v19i1.277.
Section
Articles

References

[1] J. Gamma, “Identifikasi produktivitas koloni lebah,” vol. 7, pp. 111–123, 2012.
[2] E. Ramadhan et al., “Modifikasi Ventilasi pada Tutup Stup Koloni Lebah Madu ( Apis Mellifera ) Terhadap Produksi Propolis,” vol. 04, no. 1, pp. 212–217, 2016.
[3] S. Gil-lebrero, F. J. Quiles-latorre, M. Ortiz-lópez, V. Sánchez-ruiz, V. Gámiz-lópez, and J. J. Luna-rodríguez, “Honey Bee Colonies Remote Monitoring System,” no. Ccd, 2017.
[4] A. Kviesis and A. Zacepins, “System Architectures for Real-time Bee Colony Temperature Monitoring,” Procedia - Procedia Comput. Sci., vol. 43, no. December 2014, pp. 86–94, 2015.
[5] S. Arsad, A. Afandy, A. P. Purwadhi, B. M. V, D. K. Saputra, and N. Retno, “STUDI KEGIATAN BUDIDAYA PEMBESARAN UDANG VANAME vannamei ) DENGAN PEMELIHARAAN BERBEDA STUDY of VANAME SHRIMP CULTURE ( Litopenaeus vannamei ) IN DIFFERENT ditemukan pemberian pakan suplemen mikroba hidup selama masa pemeliharaan , terutama pada,” 2017.
[6] M. Honey, D. Production, P. Catania, and M. Vallone, “Application of A Precision Apiculture System to,” 2020.
[7] K. Sachin, M. R. Gagana, H. Rubab, G. S. Jalaja, and J. Jayanand, “Monitoring of Honey Bee Hiving System using Sensor Networks,” vol. 9, no. 06, pp. 527–530, 2020.
[8] F. Edwards-murphy, M. Magno, P. M. Whelan, J. O. Halloran, and E. M. Popovici, “b + WSN : Smart beehive with preliminary decision tree analysis for agriculture and honey bee health monitoring q,” Comput. Electron. Agric., vol. 124, pp. 211–219, 2016.
[9] W. G. M. Eikle and N. H. Olst, “Application of continuous monitoring of honeybee colonies,” pp. 10–22, 2015.
[10] N. Fahmi et al., “A Prototype of Monitoring Precision Agriculture System Based on WSN,” pp. 323–328, 2017.