Implementasi case-based-reasoning pada deteksi estrus sapi perah menggunakan sorensen coefficient

Main Article Content

Indra Dharma Wijaya Milyun Ni’ma Shoumi Triska Intania Sulistiyowati

Abstract

Subsektor peternakan memegang peranan penting dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Salah satu jenis peternakan di Indonesia adalah peternakan sapi. Jenis sapi yang cocok untuk dikembangkan adalah sapi perah. Sapi perah merupakan jenis sapi yang memiliki kemampuan dalam menghasilkan susu dalam jumlah besar. Permasalahan muncul ketika para peternak sapi ingin melakukan perkawinan terhadap sapi untuk menambah populasi dan produksi sapi, para peternak sering mengalami ketidaktepatan dalam mendeteksi estrus sehingga mengalami kegagalan bunting dan kawin berulang. Sistem penalaran berbasis kasus dengan metode Sorensen dapat digunakan untuk mendeteksi ketepatan estrus tetapi perlu ditambahkan proses perhitungan Similarity. Nilai akurasi sistem ditentukan dengan menggunakan metode pengujian perhitungan akurasi, dengan cara membandingkan hasil perhitungan pada Ms.Excel dengan hasil pada sistem. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem yang dapat mendeteksi estrus pada sapi perah dengan sistem Case-Based-Reasoning. Maka hasil pengujian akurasi sistem adalah 100%. Dengan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sistem penalaran berbasis kasus yang telah dibuat mampu menerapkan keahlian seorang pakar (dokter hewan) pada kasus peternakan sapi.


 


The livestock sub-sector is a vital part in improving the national economy. One type of livestock in Indonesia is cattle farming. The type of cow that is suitable for further development is dairy cows. Dairy cows are a type of cow that have the ability to produce large amounts of milk. The problem arises when cattle breeders aim to impregnate cows to increasing population and milk production. At this point, breeders are difficult in identifying estrus that may cause failure in pregnancy. The case-based reasoning system with the Sorensen method can be used to detect the accuracy of estrus, but the Similarity calculation process needs to be added. The system accuracy value is determined using the accuracy calculation test method, by comparing the calculation results on Ms. Excel with the results on the system. The result of this research is a system that can detect estrus in dairy cows with a Case-Based-Reasoning system. Then the system accuracy test results are 100%. With this research, the case-based reasoning system is helpful to apply the expertise of an expert (veterinarian) to the case of cattle farming.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
WIJAYA, Indra Dharma; SHOUMI, Milyun Ni’ma; SULISTIYOWATI, Triska Intania. Implementasi case-based-reasoning pada deteksi estrus sapi perah menggunakan sorensen coefficient. JURNAL ELTEK, [S.l.], v. 18, n. 2, p. 30-37, oct. 2020. ISSN 2355-0740. Available at: <https://distilat.polinema.ac.id/index.php/eltek/article/view/252>. Date accessed: 05 aug. 2021. doi: https://doi.org/10.33795/eltek.v18i2.252.
Section
Articles

References

[1] P. Direktorat Jendral, Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan. Livestock And Animal Health Statistic 2012, Jakarta: Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kementrian Pertanian, 2012.
[2] I. Shiddieqy, “Memetik Manfaat Susu Sapi,” http://www.google.co.id./imgres?imgurl=http://kranchronicle.files.wordpress.com/2008/08/sususegar.jpg&imgrefurl=http://kranchronicle.Wordpress. com/2008/13/maafaat-susu-sapi., 2007.
[3] S. Nurtini e M. . A. UM, Profil Peternakan Sapi Perah Rakyat di Indonesia, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2014.
[4] S. Partodihardjo, Ilmu Reproduksi Hewan, Jakarta: PT. Mutiara Sumber Widya., 1992.
[5] E. S. E. Hafez e B. Hafez, Reproduction in farm animals, USA: 7th Edition, 2000.
[6] A. Sayuti, H. Alfian, T. Armansyah, S. S e T. N. Siregar, “Penentuan Waktu Terbaik Pada Pemeriksaan Kimia Urin Untuk Diagnosis Kebuntingan Dini Pada Sapi Lokal,” Jurnal Kedokteran Hewan, 2011.
[7] Bantuternak, “bantuternak,” Potensi Bisnis Ternak, Mulai dari Sapi Pedaging Hingga Sapi Dwiguna, 27 April 2019.
[8] J. Windig, M. Calus e R. Veerkamp, “Influence of herd environment on health andfertility and their relationship with milkproduction,” J Dairy Sci 88:335–47, 2005.
[9] D. Muliawan, Y. Erdani e A. S. Sunarya, “Rancang Bangun Sistem Deteksi Fase Estrus Pada Sapi Betina Menggunakan Pedometer,” STEMAN, pp. 79 - 84, 2016.
[10] A. Sugihandono, K. e H. A. Fatta, “Case Base Reasoning Sebagai Alat Bantu Diagnosis Penyakit Ternak Sapi menggunakan Sorenson Coeficient,” Jurnal Teknologi Informasi, pp. 31-42, 2019.
[11] Y. Nurdiansyah e R. Arimanudin, “Penerapan Metode Case Based Reasoning Pada Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Gangguan Tanaman Jeruk Semboro,” Informatics Journal Vol.2 No.2, pp. 114-122, 2017.
[12] A. Prakasa, Y. H. Chrisnanto e A. Komarudin, “PENENTUAN PENANGANAN KERUSAKAN MESIN PRODUKSI RESLETING DI PT. HERO TOP ZIP MENGGUNAKAN CASE BASED REASONING DAN SORENSEN COEFFICIENT,” Indonesia One Search, pp. 114-119, 2016.
[13] Widiatuning, N. Safriadi e H. Sastypratiwi, “Sistem Penentuan Status Gizi Balita Menggunakan Penalaran Berbasis Kasus dengan Metode Sorenson Coefficient (Studi Kasus: Kota Pontianak),” Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JUSTIN), Vols. %1 de %2Vol. 5, No. 2, pp. 71 - 74, 2017.
[14] M. Salamo e M. L. Sanchez, “Adaptive Case-based,” Knowledge-Based Systems, p. 1, 2010.
[15] G. Gupita, B. Harijanto e Y. Ariyanto, “Pengembangan Sistem Pakar Pendeteksi Penyakit Dini Pada Kucing dengan Metode Case Based Reasoning dan Certainty Factor Berbasis Android,” Jurnal Informatika Polinema, pp. 8-12, 2017.
[16] R. Rismanto, M. E. Apriliani e H. Wijaya, “Sistem Pakar Penyakit Tanaman Manggis Menggunakan Metode Naive Bayes,” 2018.