Studi pengaruh pembebanan terhadap perubahan suhu dan perubahan rugi - rugi daya pada transformator

Main Article Content

Rachmat Sutjipto

Abstract

Obyek dari penelitian ini adalah transformator no 6 di Gardu Induk Kebonagung (150 kV / 20 kV, 60 MVA) di mana pada saat beroperasi akan mengalami fluktuasi pembebanan yang bervariasi. Untuk mendukung proses analisis maka pengambilan data (name plate, data harian trafo, suhu dll) dalam penelitian ini dilaksanakan secara langsung dalam periode tertentu pada transformator no 6 di GI Kebonagung. Setelah dilaksanakan analisa secara perhitungan & grafis maka diketahui bahwa fluktuasi pembebanan dari transformator dan perubahan suhu lingkungan menyebabkan perubahan temperature hotspot dari kumparan. Semakin besar temperatur hotspot dan suhu lingkungan, maka akan berimbas dengan naiknya nilai tahanan transformator. Jika tahanan semakin besar maka menyebabkan nilai rugi tembaga transformator juga akan semakin besar.. Meskipun demikian, besarnya temperature hotspot (52,5oC) masih di bawah standar IEC 60076-7 (120oC) dan besarnya rugi inti (26,47  kW (0,0367 %)) dan rugi total (1.721,99 kW (2,87 %)) juga  masih di bawah standar yang ditentukan pada SPLN D3.002-1:2007 yaitu 10% untuk rugi inti dan 5% untuk rugi total transformator.


 


The object of this research is transformer no. 6 at the Kebonagung Substation (150 kV / 20 kV, 60 MVA) where during operation it will experience variable loading fluctuations. To support the analysis process, the data collection (name plate, daily transformer data, temperatures, etc.) in this study was carried out directly in a certain period in transformer no 6 in Kebonagung GI. After calculating & graphical analysis, it is known that the fluctuation in loading of the transformer and changes in ambient temperature cause changes in the hotspot temperature of the coil. The greater the hotspot temperature and ambient temperature, the higher the impact value of the transformer. If the resistance increases, the copper loss value of the transformer will also increase. However, the magnitude of the hotspot temperature (52.5oC) is still below the IEC 60076-7 (120oC) standard and the amount of core loss (26.47 kW (0, 0367%)) and total loss (1,721.99 kW (2.87%)) are also still below the standard specified in SPLN D3.002-1: 2007 which is 10% for core loss and 5% for total transformer loss.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
SUTJIPTO, Rachmat. Studi pengaruh pembebanan terhadap perubahan suhu dan perubahan rugi - rugi daya pada transformator. JURNAL ELTEK, [S.l.], v. 18, n. 1, p. 62-71, apr. 2020. ISSN 2355-0740. Available at: <https://distilat.polinema.ac.id/index.php/eltek/article/view/219>. Date accessed: 05 aug. 2021. doi: https://doi.org/10.33795/eltek.v18i1.219.
Section
Articles

References

[1] Wuwung, JO, 2010, Pengaruh Pembebanan Terhadap Kenaikan Suhu Pada Belitan Transformator Daya Jenis Terendam Minyak, Tekno, vol 07, no.52, p 31-37
[2] Sutjipto, Rachmat. 2019, Studi Perencanaan Peningkatan Kinerja Trafo Distribusi Dengan Relokasi Antara 2 Buah Trafo. Jurnal ELTEK
[3] Rusdjaja, T, dkk., 2014, Buku Pedoman Pemeliharaan Transformator Tenaga. Jakarta : PT PLN (Persero)
[4] Yadollahi, Hamid Lesani. 2018, Power transformer optimal design (PTOD) using an innovative heuristic method combined with FEM technique
[5] Daniswara, Geraldy. 2019, Studi Analisis Mereduksi Arus Inrush Akibat Energizing Pada Transformator Daya Di Gardu Induk Banyudono 150 kV Menggunakan Metode Sequential Phase Energization (SPE)
[6] Falcon, R. (2008). Analisis Karakteristik Termal dan Resistansi Konduktor Pada Kabel Inti Ganda NYM 2x1,5 mm2. Jakarta : Universitas Indonesia
[7] SPLN 17 A:1979. “Loading Guide for Oil-Immersed Transformer”. Jakarta. PT. PLN (Persero)
[8] IEC 60354, 1991-11, Loading Guide for Oil-Immersed Power Transformers
[9] IEC 60076-2, 1993, Power Transformers Part 2 : Temperaturee Rise.
[10] Theraja, BL, 2005, Electrical Technology.
[11] Zuhal, 2000 : Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya.