EVALUASI PENGARUH KAPASITAS PRODUKSI TERHADAP PRODUK REJECT DAN KETAHANAN LAYAK KONSUMSI PRODUK SOSIS AYAM PT PHALOSARI UNGGUL JAYA FOOD DIVISON

Zakiyya Hana Firdaus Muchtar, Ria Dwi Safitri, Sigit Udjiana, Satrya Adhyatma Nugraha

Abstract


Sosis merupakan produk protein hewani yang terbuat dari daging yang dihaluskan ditambah dengan bahan pengisi, premix dan sedikit pewarna. Produksi suatu produk tidak lepas dari barang reject. Produk reject/cacat adalah produk yang kondisinya rusak, tidak memenuhi standar mutu, dan tidak dapat diperbaiki secara ekonomi. Dalam proses produksi pabrik juga memperhatikan mutunya yaitu segi daya simpan dan sifat organoleptik seperti warna, bau, rasa dan tekstur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kapasitas produksi terhadap produk reject dan ketahanan layak konsumsi. Variasi kapasitas produksi yang digunakan yaitu 32, 34, 36, 38, dan 40 batch. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data reject sosis dalam satu kapasitas kemudian mengkualifikasikannya sesuai pedoman quality control dan menimbangnya. Didapatkan total reject antara 34,8082-52,161 gram dengan down time sebesar 15,95-25,832 menit. Selanjutnya mengambil sampel untuk ketahanan layak konsumsi kemudian dibiarkan di udara terbuka dengan lama pengontakan 1,3,5 dan 7 hari. Parameter uji ketahanan layak konsumsi adalah uji kadar air, kadar abu, boraks, formalin, dan uji mikrobiologi. Dari hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata kadar air berkisar antara 11,914%-15,7633%, kadar abu 3,717%- 4,9643%, jumlah bakteri esherichia coli 4,0 x 106-1,7 x 106 CFU/gram, hasil uji formalin dan boraks menunjukkan hasil negatif dengan menggunakan data sekunder.

 


Keywords


kapasitas produksi, ketahanan layak konsumsi, produk reject, sosis

Full Text:

PDF

References


F. Samuel, “Usulan Penurunan Tingkat Kecacatan Produk Sosis Ayam di PT Charoen Pokphand Indonesia,”J. Titra, vol. 3, no. 1, hal. 19–24, 2015.

E. Septianingrum, “Perkiraan Umur Simpan Tepung Gaplek yang Dikemas Dalam Berbagai Kemasan Plastik Berdasarkan Kurva Isoterm Sorpsi Lembab," Skripsi Fa. Surakarta: Universitas Sebelas Maret, 2008.

A. Pradana, J. Hermanianto, dan Sugiyono, “Penggunaan TVP dan Aplikasi Pasteurisasi dalam Pembuatan Sosis Sapi Goreng di PT. X,”J. Mutu Pangan Indones. J. Food Qual., vol. 6, no. 2, hal. 99–107, 2019, doi: 10.29244/jmpi.2019.6.99.

T. Pandie, D. A. Wuri, dan N. A. Ndaong, “Identifikasi Boraks, Formalin dan Kandungan Gizi serta Nilai Tipe pada Bakso yang Dijual di Lingkungan Perguruan Tinggi di Kota Kupang,”J. Kaji. Vet., vol. 2, no. 2, hal. 183–192, 2014.

Badan Standardisasi Nasional, “SNI 3451:2011 Tapioka,”Standar Nas. Indones., 2011.

Soeparno, Ilmu dan Teknologi Daging. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada, 1994.

A.D. Pratiwi, dan I. Suharto, “Pengaruh Temperatur dan Tebal Lapisan Susu Kedelai pada Tray dalam Pengeringan Busa terhadap Kualitas Susu Kedelai Bubuk.,” in Pengembangan Teknologi Kimia Untuk Pengolahan Sumber daya Alam Indonesia, 2015, hal. 1–6.

M. K. Mahmud, Hermana,Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Kompas Gra, 2009.

P. Lakra, dan S. Sehgal, “Anti-nutrional Content of Product Develop from Potato Flour.,”Nutr&Food Sci, vol. 39, no. 6, hal. 636–642, 2009.

P. Knoefel, “The Symptoms and Treatment of Acute Poisoning Bulletin of the Medical Library Association,” vol. 42, no. 2, hal. 531–532, 1954.

M. Adams, dan Y. Motarjemi, Dasar Dasar Keamanan Makanan untuk Petugas Kesehatan, Cetakan I. Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2003.




DOI: http://dx.doi.org/10.33795/distilat.v8i1.323

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.