PENGARUH WAKTU PEMANASAN TERHADAP RENDEMEN MINYAK KELAPA PADA METODE BASAH

Khoridho Putra Firdana, Ernia Novika Dewi

Abstract


Minyak yang diekstrak dari kelapa dapat menjadi bahan baku dalam pembuatan minyak goreng, margarin, selai, mentega, biodisel dan kosmetik. Dari sisi ekonomi, minyak kelapa memiliki nilai ekonomi yang yang cukup tinggi karena permintaan di pasaran terus meningkat. Metode pembuatan minyak kelapa yang umum digunakan adalah metode basah dan metode kering.  Metode basah lebih dipilih karena lebih ekonomis dalam hal penggunaan alat. Disamping itu metode ini lebih singkat karena tanpa pengeringan kelapa menjadi kopra. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu pemanasan terhadap rendemen minyak kelapa yang dihasilkan pada metode basah. Pembuatan minyak kelapa dengan metode basah diawali dengan pemisahan daging kelapa dari kulitnya, pencucian, pengecilan ukuran sampai didapatkan santan (coconut milk). Santan kemudian dilakukan pemanasan pada suhu 90 C disertai pengadukan selama variabel waktu  100, 120, 140, 180 sampai dihasilkan minyak kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen terbesar yaitu 22,22 % diperoleh pada waktu pemanasan 120 menit.


Keywords


PENGARUH WAKTU PEMANASAN TERHADAP RENDEMEN MINYAK KELAPA PADA METODE BASAH

Full Text:

PDF

References


Alamsyah, 2015, Upaya Peningkatan Kualitas Minyak Kelapa Yang Dibuat,Surabaya.

Susilowati, 2013, Identifikasi bakteri Salmonella sp pada santan dengan buatan sendiri yang dijual oleh pedagang di Jombang Jawa Timur, J. Chem. Inf. Model., Vol. 53, No. 9, 1689–1699.

S. Hadiantoro, D. Moentamaria, and M. Syarwani, 2018, Efektifitas Penggunaan Co immobilized - Lipase pada Reaksi Esterifikasi Asam Lemak Hasil Hidrolisis Minyak Kelapa, J. Tek. Kim. dan Lingkung., Vol. 2, No. 1, 23-24.

S. Karouw, B. Santosa, and I. Maskromo, 2019, Teknologi Pengolahan Minyak Kelapa Dan Hasil Ikutannya / Processing Technology of Coconut Oil and Its By Products, Vol. 38, No. 2, 86-87.

R. Hayati, 2009 Perbandingan Susunan Dan Kandungan Asam Lemak Kelapa Muda Dan Kelapa Tua (Cocos nucifera l.) Dengan Metode Gas Kromatografi, Vol. 7, No. 3, 18–28.

A. Rizki, 2018, Pengaruh Suhu Dan Lama Pengeringan Kopra Terhadap Rendemen Minyak, Vol. 3, No. 2, 7–8.

J. Nababan, Sahrial, and F. P. Sari, 2018, Pengaruh Suhu Pemanasan Terhadap Rendemen Dan Mutu Minyak Biji Kemiri (Aleurites Moluccana) Dengan Metode Maserasi Menggunakan Pelarut Heksana Prosiding, No. 4, December, 368–376.

U. F. Fadillah, 2014, Characteristic Study of Coconut Oil Extracted by Dry or Hot Methods, Vol. 5, No. 5, 1–62.

D. Gujarati and D. Porter, 2010, Analisis struktur kovarians indikator terkait kesehatan pada lansia di rumah dengan fokus pada kesehatan subjektif, 2–4.

S. Susinggih Wijana, C. Gadizza, 2018, Hidrolisis Protein Konsentrat Blondo Limbah Hasil Produk Virgin Coconut Oil ( Vco ) Sebagai Bahan Baku Penyedap, Vol. 12, No. 3, November, 314–325.

H. Konsentrasi, G. Program, S. Kesmas , 2010, Tinjauan Pustaka Pemanfaatan Limbah Virgin Coconut Oil ( Blondo ), Vol. 6, No. 4, 42-45.

N. Asni and L. Yanti, 2012 , Identifikasi Dan Analisis Mutu Minyak Kelapa Di Tingkat Petani Provinsi Jambi, Vol. 1, No. 5, 79–86.




DOI: http://dx.doi.org/10.33795/distilat.v7i2.289

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.