AKTIVASI SERAT KAPUK DENGAN ASAM DAN BASA PADA SINTESIS BIOSORBEN UNTUK MENYERAP ION LOGAM NIKEL DARI LARUTAN NISO4

Thomi Nugraha Pratama, Sigit Hadiantoro

Abstract


Serat kapuk memiliki potensi sebagai biosorben dikarenakan memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis aktivator HCl dan NaOH terhadap kemampuan adsorpsi ion logam nikel dari larutan NiSO4, untuk mengetahui pengaruh lama waktu aktivasi atau perendaman terhadap kemampuan adsorpsi ion logam nikel dari larutan NiSO4, dan untuk mengetahui pengaruh jumlah massa biosorben terhadap kemampuan adsorpsi ion logam nikel dari larutan NiSO4. Prosedur pembuatannya terdiri dari pencucian kapuk, pengeringan, aktivasi kapuk dengan larutan HCl dan NaOH, pembilasan, dan dikeringkan hingga kering. Variabel bebas yang digunakan yaitu jenis larutan aktivasi HCl 0,5 N dan NaOH 0,5 N, waktu perendaman 12, 18, 24 jam, massa biosorben 0,5; 1; 1,5; 2; 2,5 gram. Variabel kontrol yaitu, waktu adsorpsi 1 jam, volume larutan NiSO4 100 ml, konsentrasi logam nikel 41.725 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan aktivasi yang optimum menggunakan NaOH dengan lama perendaman 24 jam dan pada massa 2,5 gram menunjukkan efektivitas adsorpsi sebesar 88% dan mengalami penurunan konsentrasi nikel dari 41.725 menjadi 5.195 ppm.


Keywords


serat kapuk, selulosa, biosorben

Full Text:

PDF

References


Said, N. I., 2010, Metoda Penghilangan Logam Berat (AS, Cd, Cr, Ag, Cu, Pb, Ni dan Zn) di dalam Air Limbah Industri, Jurnal Air Indonesia, Vol. 06, No. 2.

Prahesta, N., dan Hadiantoro, S., 2019, Analisis Daya Serap Lumpur Lapindo Terhadap Logam Krom dengan Menggunakan AAS, Distilat Jurnal Teknologi Separasi, Vol. 05, No. 2, 228–232.

Wahyuni, S., Ningsih, P., dan Ratman, R., 2016, Pemanfaatan Arang Aktif Biji Kapuk (Ceiba Pentandra L.) sebagai Adsorben Logam Timbal (Pb), Jurnal Akademika Kimia, Vol. 05, No. 4, 191–196.

Malik, D., Jain, C., dan Yadav, A., 2016, Removal of heavy metals from emerging cellulosic low-cost adsorbents: a review, Applied Water Science, 07, 2113–2136.

Harni, M. R., Iryani, A., & Affandi, H., 2015, Pemanfaatan Serbuk Gergaji Kayu Jati ( Tectona Grandis L . F .) sebagai Adsorben Logam Timbal (Pb), April, 1-9.

Mardiyati, M., Rizkiansyah, R. R., Steven, S., Basuki, A., dan Suratman, R., 2018, Serat Kapuk Sebagai Bahan Baku Pembuatan Mikrokristalin Selulosa, Jurnal Sains Materi Indonesia, Vol 17, No 4, 172–177.

Jahja, M., & Arifin, Y. I. (2013). Studi Sifat Optik dan Permukaan Serat Kapok (Ceiba Pentandra Gaertn Lat.) untuk Aplikasi Adsorber pada Remediasi Logam Merkuri dari Lingkungan Pertambangan Emas. Universitas Negeri Gorontalo.

Anindyawati, T. (2010). Potensi Selulase Dalam Mendegradasi Lignoselulosa Limbah Pertanian Untuk Pupuk Organik. Berita Selulosa, 45(2), 70–77.

Handayani, A. W. (2010). Penggunaan Selulosa Daun Nanas sebagai Adsorben Logam Berat Cd(II). Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Yoricya, G., Aisyah, S., Dalimunthe, P., Manurung, R., & Bangun, N. (2016). Kelapa Sawit dalam Sistem Cairan Ionik. Jurnal Teknik Kimia, 5(1), 1–7.

Oktaveni, D. (2009). Lignin Terlarut Asam dan Delignifikasi pada Tahap Awal Proses Pulping Alkali. Institut Pertanian Bogor.

Sari, I. N., Izzati, M., & Haryanti, S. (2013). Penurunan Biomassa , Perubahan Struktur Anatomi dan Kondisi Fisik Serabut Kelapa ( Cocos nucifera L . ) Setelah Perendaman Asam Klorida pada Konsentrasi yang Berbeda. Buletin Anatomi Dan Fisiologi, 21(1), 45–54.

Hartanto, S., & Ratnawati. (2010). Pembuatan Karbon Aktif Dari Tempurung Kelapa Sawit dengan Metode Aktivasi Kimia. Jurnal Sains Materi Indonesia, 12(1), 12–16.

Reyra, A. S., Daud, S., & Yenti, S. R. (2017). Pengaruh Massa dan Ukuran Partikel Adsorben Daun Nanas terhadap Efisiensi Penyisihan Fe pada Air Gambut. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Riau, 4(2), 1–9.




DOI: http://dx.doi.org/10.33795/distilat.v7i2.281

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.