STUDI KELAYAKAN INDUSTRI YOGHURT

Nadiangga Satria Achmadin, Avielia Putri Wardani, Firman Gora Sasmita, Nikmatul Hasanah, Dwina Moentamaria

Abstract


Pra rencana pabrik yoghurt dibuat sebagai upaya untuk mewujudkan pemenuhan produk olahan susu yang dibutuhkan masyarakat dan  mengurangi ketergantungan impor melalui produksi lokal dengan kualitas yang sama sesuai standart. Studi kelayakan digunakan untuk memastikan pra rencana pabrik yoghurt yang dibuat telah memenuhi aspek produk yang terstandarisasi, lokasi, sosial, ekonomi sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Tahapan dari studi kelayakan industri yoghurt adalah  i) survei kebutuhan yoghurt,ii) tinjauan lokasi pabrik, penyedia bahan baku, pemasaran, dan utilitas dibuat dengan memanfaatkan hasil produk yoghurt skala laboratorium, kemudian dilakukan kenaikan kapasitas, iii) pra rencana pabrik, iv) analisa ekonomi. Berdasarkan hasil studi kelayakan maka pabrik yoghurt akan didirikan di kota Batu dengan kapasitas 16.000 ton/th. Hasil analisis menunjukkan produk terbaik berada pada range pH 4,2-4,5; dengan viskositas tertinggi 6203,8519 Kg/ms dan diperoleh dari sumber susu ternak KUD. Hasil analisis  ekonomi, Return of Investment  (ROI ) sebelum dan setelah pajak 64% dan 39%; Pay Out Time (POT) 2,6 tahun; Break Even Point (BEP) 49%;  Shut Down Point (SDP) 27,76%; Discounted Cash Flow (DCF) 34,3%


Keywords


analisa ekonomi, pra rencana pabrik kimia, starter, susu sapi, yoghurt

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik, 2020, Export dan Import, Online, https://www.bps.go.id/exim/ diakses pada 25 September 2020.

Rulianah, S., Sarosa, M., and Hadiwiyatno, H., 2013, Uji Organoleptik Dan Profil Kimiawi Yogurt Padat Dengan Komposisi Formula Yang Berbeda, Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, Vol.2, No. 4.

Amitanael, Y., 2015, Studi Kelayakan Pendirian Pabrik Yoghurt Daun Katuk (GOKAT), Jurnal Ilmiah Mahasiswa Uniersitas Surabaya, Vol. 4, No. 1.

Djaafar, T. F., dan Rahayu, E. S., 2006, Karakteristik Yoghurt Dengan Inokulum Lactobacillus Yang Diisolasi dari Makanan Fermentasi Tradisional, Agros. Vol. 8, No. 1, 73-80.

Purnomo, 2007, Ilmu pangan, UI Press, Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional, 2009, Yoghurt (SNI 2981:2009), Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

Overby, A. J, 1988, Microbial Cultures for Milk Processing, In: Meat Science, Milk Science and Technology, Elsiever Science Publishers B. V, New York

Oberman, H., 1985, Fermented Milks, Microbioloy of Fermented Foods, Vol. 2.

Yildiz, F., 2010, Development and manufacture of yoghurt and other functional dairy products, CRC Press, New York: xi+440

Wahyudi, A., 2008, Bugar dengan Susu Fermentasi, UMM Press, Malang

Aries, R., dan Newton R., 1955, Chemical Engineering Cost Estimation, McGraw Hill International Book Company., New York.

https://www.matche.com/equipcost/Default.html diakses pada 30 september 2020




DOI: http://dx.doi.org/10.33795/distilat.v7i2.229

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.