PENGARUH PENAMBAHAN NPK DAN UREA PADA PEMBUATAN ETANOL DARI AIR TEBU MELALUI PROSES FERMENTASI

Lailly Qomariyah, Christyfani Sindhuwati

Abstract


Tebu merupakan tanaman yang terdapat zat gula dalam batangnya dan merupakan bahan baku pembuatan gula kristal. Kebutuhan bahan bakar setiap tahun semakin meningkat, sehingga dibutuhkan energi pengganti yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan massa nutrisi yang diperlukan untuk Saccharomyces cerevisiae dan mengetahui kadar etanol dari proses fermentasi air tebu menggunakan proses fermentasi dengan memvariasikan variabel nutrisi berupa NPK dan urea. Proses fermentasi pada pembuatan etanol dilakukan pada suhu ruang atau suhu lingkungan yakni 30°C dan dilakukan selama 72 jam proses fermentasi. NPK dan urea  adalah nutrisi bagi proses perkembangan mikroba pada proses fermentasi. Variasi penambahan NPK 6 gram, 8 gram, 10 gram menghasilkan kadar etanol sebesar 18%, 15% dan 8%. Penambahan urea 6 gram, 8 gram, dan 10 gram menghasilkan kadar etanol sebesar 9%, 10% dan 10%.  


Keywords


air tebu, etanol, fermentasi, nutrisi, saccharomycess cerevisiae

Full Text:

PDF

References


Kartika, B., Guritno, A., & Ismoyowati., 1997, Petunjuk Evaluasi Produk Industri Hasil Pertanian, PAU Pangan dan Gizi UGM, Yogyakarta.

Rama, P., 2008, Bioetanol Ubi Kayu Bahan Bakar Masa Depan, Penerbit Agro, Jakarta.

S. Rulianah., Prayitno., Sindhuwati C., Ayu, D. R. A., dan Sa'diyah, K., 2020, Penurunan Kadar Lignin pada Fermentasi Limbah Kayu Mahoni Menggunakan Phanerochaete chrysosporium, Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan, Vol. 4, 81-89.

Susmanto, Prahadi., Yandriani., Dania, B., dan Ellen., 2020, Pengaruh Nutrien dan Waktu Terhadap Efisiensi Susbtrat dan Kinetika Reaksi Fermentasi dalam Produksi Bioetanol Berbahan Biji Durian, Jurnal Integrasi Proses, Vol. 9, 01-08.

Gafiera, N., Swetachattra, F., dan Hardjono., Pengaruh Penambahan Nutrisi Urea dalam Pembuatan Bioetanol dari Kulit Pisang Kepok dengan Proses Fermentasi, Jurnal Teknologi Separasi, Vol. 5, 195-199.

Supriyadi, A., 1992, Rendemen Tebu, Liku liku permasalahannya, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Rahmah, Y., Bahri, S., Chairul., 2015, Fermentasi Nira Nipah Menjadi Bioetanol Menggunakan Saccharomyces cerevisiae dengan Penambahan Urea sebagai Sumber Nitrogen, Jurnal Teknik, Vol. 2, 1-5.

Fara, P., Swetachattra., Illiya, N. G., Hardjono., 2019, Pengaruh Penambahan Nutrisi NPK dalam Pembuatan Bioetanol dari Kulit Pisang Kepok dengan Proses Fermentasi, Jurnal Teknologi Separasi, Vol. 5, 184-188.

Farida, H., Nurhasmawaty, P., Rambe, M., Primadony, R., dan Ulyana, M., 2013, Pengaruh Massa Ragi dan Waktu Fermentasi Terhadap Bioetanol dari Biji Durian, Jurnal Teknik Kimia USU, Vol. 2, 49-54.

S. Rulianah., Sindhuwati, C., Prayitno, 2019, Produksi Crude Selulase dari Limbah Kayu Mahoni Menggunakan Phanerochaete chrysosporium, Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan, Vol. 3, 39-46.

Adnyana, K. C., Kartika, R., Sitorus, S., 2020, Pembuatan etanol dari Umbi Suweg (Amorphollus campanulatus BI) oleh Saccharomyces cerevisiae dengan Penambahan Nutrisi NPK, Jurnal Atomik, Vol. 5, 25-30.




DOI: http://dx.doi.org/10.33795/distilat.v7i2.186

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.