PEMANFAATAN LUMPUR AKTIF SEBAGAI KOAGULAN DI UNIT WATER TREATMENT PPSDM MIGAS CEPU

Nadda Amalia Khoiro, Zumrotul Fahmia, Anang Takwanto, Rieza Mahendra Kusuma

Abstract


Air Sungai Bengawan Solo digunakan sebagai bahan baku dalam pengolahan water treatment di PPSDM Migas Cepu. Dalam pengolahannya menghasilkan limbah berupa lumpur endapan yang telah tercampur dengan koagulan yang akan dibuang kembali ke Sungai Bengawan Solo. Hal ini menyebabkan pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem yang berada di sungai. Penelitian pemanfaatan lumpur aktif sebagai koagulan dilakukan untuk mencegah adanya kerusakan ekosistem akibat pembuangan lumpur endapan hasil pengolahan serta mengurangi penggunaan koagulan dengan memanfaatkan koagulan yang masih aktif dalam lumpur endapan. Percobaan ini mengguanakan metode jar tes dengan rasio dosis koagulan 70 ppm, 100 ppm, 130 ppm, 160 ppm dan 190 ppm ,dosis flokulan 0,5 ppm. Kemudian dilakukan pengadukan cepat 120 rpm selama 1 menit dan dilanjutkan pengadukan lambat 60 rpm selama 30 detik. Selanjutnya dilakukan aerasi selama 30 detik dan yang terakhir sedimentasi selama 30 menit dengan parameter yang akan diamati berupa kekeruhan, angka KMnO4, pH dan TDS. Hasil penelitian menunjukkan dosis koagulan optimum diperoleh pada dosis 130 ppm pada campuran tawas+lumpur+PAC dengan perbandingan dosis 70:20:40. Koagulan PAC terbukti lebih efektif dibandingkan dengan koagulan yang lain untuk pengolahan air minum di unit WT PPSDM migas dengan nilai kekeruhan = 213 NTU, pH 7,3, angka KMnO4 =  7,869 mg/l dan TDS =  23 mg/l.


Keywords


Flokulasi, Jar tes, Koagulasi, Lumpur endapan, Water Treatment

Full Text:

PDF

References


Teh, C.Y., and Wu, T.Y., 2014, The Potential Use of Natural Coagulants and Flocculants in The Treatment of Urban Waters, Chemical Engineering Trans, Vol. 39, 1603– 1608.

Masschelein, W.J., 1992, Unit Processes in Drinking Water Treatment, Marcel Dekker Inc., New York.

Sari, G.L., Mizwar, A., dan Trihadiningrum, T., 2014, Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Industri Cat, Seminar Nasional Waste Management II, ITS Surabaya, 240–250.

Nurmansyah, H., dan Karnaningroem, N., 2017, Pemanfaatan Lumpur Endapan Untuk Menurunkan Kekeruhan Dengan Sistem Batch, ITS Surabaya, Vol. 11, No. 4.

Ummatullah, R.S., Arifin, Maudy, M.E., Jadid, U., Widiono, B., Pengolahan Limbah Air Tambang Emas dengan Proses Netralisasi Koagulasi dan Flokulasi, Jurnal Teknologi Separasi Politeknik Negeri Malang, Vol. 5, No. 2, 1-9.

Reynolds, T.D., 1996, Unit Operation and Processes in Environmental

Engineering, PWS Publishing Company, California.

Maudy, M.E., Jadid, U.R.A., dan Widiono, B., Pengaruh Jumah Kapur dan PAC terhadap Penurunan Kadar Cu, TSS, Turbidity dan pH pada Air Asam Tambang, Jurnal Teknologi Separasi Politeknik Negeri Malang, No. 5, Vol. 2, 1-7.

Wardani, R.S., Iswanto, B., dan Winarni, W., 2009, Pengaruh pH Pada Proses Koagulasi Dengan Koagulan Aluminum Sulfat Dan Ferri Klorida, Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti, Vol. 5, No. 2, 40-45.

Rusdi, R., Sidi, T.P., dan Pratama, R., 2014, Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Pengendapan Biji Kelor terhadap pH, Kekeruhan, dan Warna Air Waduk Krenceng, Jurnal Integrasi Proses Universitas Tirtayasa, Vol. 5, No. 1, 1-5.

Akhtar, W., Muhammad, R., dan Iqbal, A., 1997, Optimum Design of Sedimentation Tanks Based on Settling Characteristics of Karachi Tannery Wastes. Journal Water, Air, and Soil Pollution, Vol. 98, 199-211.

Takwanto, A., Mustain, A., dan Sudarminto, H.P., Penurunan Kadungan Polutan pada Lindi dengan Metode Elektrokoagulasi-Adsorbsi Karbon Aktif, Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Politeknik Negeri Malang, No. 2, Vol. 1, 1-6.




DOI: http://dx.doi.org/10.33795/distilat.v7i1.172

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.