STUDI LITERATUR PENGARUH LAMA PENYIMPANAN GARAM HALUS BERYODIUM TERHADAP KADAR YODIUM SECARA IODOMETRI

Alifah Puspita Dewi, Eko Naryono

Abstract


Garam merupakan salah satu bahan pelengkap kebutuhan pangan dan sumber elektrolit bagi tubuh manusia yang dikonsumsi setiap hari. Pemerintah memilih garam konsumsi sebagai sarana untuk memenuhi angka kecukupan yodium setiap harinya. Penggunaan garam beryodium sangat dianjurkan karena fungsi yodium yang sangat penting bagi tubuh manusia. Apabila yodium dalam tubuh manusia tidak tercukupi, maka hal ini akan menyebabkan terjadinya masalah gizi yang disebut dengan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Pengaruh lama penyimpanan, temperatur, jenis wadah penyimpanan, serta kondisi penyimpanan yang terbuka atau tertutup memiliki pengaruh terhadap kandungan kadar yodium dalam garam. Perlakuan yang digunakan pada studi literatur ini adalah garam disimpan selama 1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, 5 hari, 6 hari, dan 7 hari dengan variabel jenis wadah dalam kondisi terbuka dan tertutup. Studi literatur ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap kandungan kadar yodium dalam garam, mengetahui pengaruh lama waktu dengan berbagai varian jenis wadah penyimpanan terhadap kandungan kadar yodium, mengetahui pengaruh kondisi wadah penyimpanan terhadap kandungan kadar yodium dan mengetahui lama waktu simpan garam beryodium yang efektif. Berdasarkan studi literatur diketahui pada proses lama penyimpanan garam beryodium, kondisi penyimpanan, temperatur, jenis varian wadah penyimpanan berpengaruh terhadap penurunan kadar yodium dalam garam.


Keywords


Yodium, Garam Halus Beryodium, Kondisi Penyimpanan.

Full Text:

PDF

References


Wijawati, A., Asiarini, W.D., 2017, Pengaruh Wadah, Kondisi Dan Cara Penyimpanan Terhadap Perubahan Kadar Iodium Dalam Garam, Jurnal Ilmu Kesehatan, Vol. 9, No. 1, Maret, 7-14.

Safitri, R., 2019, KTI Analisa Kadar Iodium Pada Garam Dapur Dari Berbagai Merek Di Pasar Sukaramai Medan, Politeknik Kesehatan Kemenkes RI, Medan.

Rachmawanti, L.N., Mutalazimah, M., 2010, Hubungan Antara Pemilihan dan Penyimpanan Garam Beryodium dengan Status Yodium pada Wanita Usia Subur di Daerah Endemik GAKY, Jurnal Kesehatan, Vol. 3, No. 2, Juni, 179-188.

Sugiani, H., Previanti, P., Sukrido, S., Pratomo, U., 2015, Penentuan Pengaruh Pemanasan Dan Waktu Penyimpanan Garam Beryodium Terhadap Kalium Iodat, Chimica et Natura Acta, Vol. 3, No. 2, Agustus, 66-69.

Bathla, S., Grover, K., 2015, Storage Stability Of Double Fortified Salt, International Journal of Science and Research, Vol.4, No. 5, 1421-1424.

Purnama, R.C., 2011, Pengaruh Lama Penyimpanan Garam Beryodium Terhadap Kadar Iodium Secara Iodometri, Holistik Jurnal Kesehatan, Vol. 5, No. 1, 30-33.

Nurjaya, N., Aslinda, W., Astuti, N.S.K.S., 2019, Analisis Kandungan Yodium Dalam Garam Beryodium pada Wadah Penyimpanan Plastik dan Kaca Selama 6 Hari Penyimpanan, Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, Vol. 13, No. 1, 25-29.

Levenspiel, O., 1972, “Chemical Reaction Engineering”, 3nd, Willey, J., Sons., Singapore.




DOI: http://dx.doi.org/10.33795/distilat.v6i2.163

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Copyright © 2019 Department of Chemical Engineering, Politeknik Negeri Malang