LIMBAH TAPIOKA UNTUK PRODUKSI BIOGAS: ALTERNATIF PENGOLAHAN DAN PENGARUH KONSENTRASI SUBSTRAT

Dinda Gusti Sensih, Prayitno Prayitno

Abstract


Limbah cair industri tepung tapioka mengandung bahan-bahan organik dengan kosentrasi yang tinggi yaitu COD sekitar 7.000 - 30.000 mg/L dan BOD sekitar 3000-6000 mg/L sehingga memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan biogas. Dengan menggunakan fermentasi secara anaerobik di dalam reaktor (digester), limbah cair industri tapioka mengalami proses dekomposisi menjadi biogas oleh mikroorganisme anaerob. Beberapa teknologi pengolahan limbah cair tapioka menjadi biogas antara lain, digester sistem batch, covered lagoon anaerobic reactor (CoLAR), Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR), CSTR dengan Resirkulasi Padatan, Plug Flow Reactor, FBR (Fixed Bed Reactor), Expanded Bed Digester, dan UASB (Upflow Anaerobic Sludge Blanket). Untuk meningkatkan efisiensi pengolahan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi, antara lain: pemilihan starter, konsentrasi awal substrat, suhu operasi, tingkat keasaman (pH) dan rasio perbandingan C/N. Beberapa studi menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi awal substrat maka semakin tinggi kualitas dan kuantitas biogas yang dihasilkan. Berdasarkan hasil kajian menunjukkan bahwa metode covered lagoon anaerobic reactor (CoLAR) memiliki efektifitas yang tinggi untuk menghasilkan biogas dari limbah tapioka. Pada konsentrasi awal substrat sebesar 9.011 mg/L mampu menghasilkan biogas mencapai 485,4 m3 /hari.


Keywords


Biogas, Konsentrasi Awal Substrat, Limbah Cair Tepung Tapioka

Full Text:

PDF

References


Indarto K. E., Produksi Biogas Limbah Cair Industri Tapioka Melalui Peningkatan Suhu dan Penambahan Urea pada Perombakan Anaerob. Universitas Sebelas Maret, 2010.

Tarwiyah K, Tapioka. Sumatera Barat: Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri, 2010.

R. N. Azizah, A. Slamet, and A. Yuniarto, Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Tapioka Di Kabupaten Lampung Timur, IPTEK J. Proc. Ser., vol. 3, no. 5, pp. 147–153, 2017.

Fajarudin, “Pengaruh Jumlah Air Ekstraksi dan Lama Pengendapan Terhadap Karakteristik Limbah Cair Tapioka Pada Sistem Batch.,” Universitas Lampung, 2001.

Khusnul Kholifah, “Uji Kemampuan Scenedesmus Sp. Sebagai Bioremidiator Limbah Cair Tapioka,” Universitas Islam Negeri (Uin) Maulana Malik Ibrahim Malang, 2012.

R. Isdiyanto and U. Hasanudin, “Rekayasa Dan Uji Kinerja Reaktor Biogas Sistem Colar Pada Pengolahan Limbah Cair Industri Tapioka,” Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan, vol. 9, no. 1, pp. 14–26, 2010.

M. F. C. Kurniawan, “Pemanfaatan Limbah Cair Tapioka Untuk Penghasil Biogas Skala Laboratorium,” 2009.

D. A. Vegantara, “Pengolahan limbah cair tapioka menggunakan kotoran sapi perah dengan sistem anaerobik,” 2009.

U. Hasanudin, “Proceeding Seminar Sustainable Society Achievement by Biomass Effective Use, EBARA Hatakeyama Memorial Fund,” Present status possibility biomass Eff. use Indones., 2006.

M. Wintolo and R. Isdiyanto, “Prospek Pemanfaatan Biogas Dari Pengolahan Air Limbah,” Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan, vol. 10, no. 2, pp. 103–112, 2011.

D. Aprizal, “Potensi Pemanfaatan Limbah Di Industri Tapioka Rakyat Terpadu,” Universitas Lampung, 2011.

T. Agung and H. S. Winata, “Pengolahan Air Limbah Industri Tahu Dengan Mengguakan Teknologi Plasma,” J. Imiah Tek. Kim., vol. 2, no. 2, pp. 19–28, 2011.

N. Ginting, “Penuntun praktikum teknologi pengolahan limbah peternakan,” Univ. Sumatra Utara, 2007.

M. Megawati, “Pengaruh Penambahan Em4 (Effective Microorganism-4) Pada Pembuatan Biogas Dari Eceng Gondok Dan Rumen Sapi,” J. Bahan Alam Terbarukan, vol. 3, no. 2, pp. 42–49, 2014.

Robby Rahmatul, A. Nurrokhim, N. Suwarno, and S. Nurkhamidah, “Produksi Biogas Dari Limbah Cair Industri Tepung Tapioka Dengan Reaktor Anaerobik 3.000 Liter Berdistributor,” J. Tek. Pomits, vol. 2, no. 1, pp. 1–5, 2013.

M. Abdul Kholiq, “MENGENAL TIPE-TIPE REAKTOR BIOGAS,” p. 55.

G. Mahardhian Dwi Putra, S. Haji Abdullah, A. Priyati, D. Ajeng Setiawati, and S. Abdul Muttalib, “Rancang Bangun Reaktor Biogas Tipe Portable Dari Limbah Kotoran Ternak Sapi,” J. Ilm. Rekayasa Pertan. dan Biosist., vol. 5, no. 1, pp. 369–374, 2017.

R. Magdalena and A. C. Barana, “Penyesuaian Start-Up Digester Plug-Flow Untuk Castava,” pp. 223–229, 2003.

Prasetiyadi, “Teknologi Pengolahan Biogas Limbah Tahu dengan Fixed Bed Reactor,” Pros. Semin. Nas. dan Konsult. Teknol. Lingkung., no. September 2018, pp. 109–114, 2018.

Hermanto and A. Susanty, “Produksi Biogas Dari Limbah Kelapa Sawit Menggunakan Bioreaktor Up-Flow Anaerobik Sludge Blanket (UASB),” J. Ris. Teknol. Ind., vol. 6, no. 12, pp. 11–19, 2012.

Alaerts and Santika, Metode Penelitian Air. Surabaya: Usaha Nasional, 1984.




DOI: http://dx.doi.org/10.33795/distilat.v6i2.158

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Copyright © 2019 Department of Chemical Engineering, Politeknik Negeri Malang