Studi Literatur Koefesien perpindahan panas total Sistem fluida polyehtlene glicol & Ethilene glicol.secara co-current menggunakan Heat Exchanger Shell and Tube tipe 1-1

Irvan Aditya Prabowo, Abdul Chalim

Abstract


Penggunaan kebutuhan kalor yang sangat besar pada industri. Untuk mengatasi kebutuhan kalor yang besar ini maka perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan efisiensi pada kalor tersebut . Cara yang paling efektif untuk mengurangi permintaan adalah dengan menggunakan energi lebih efektif. Salah satu cara pengaplikasiannya yaitu penukar panas. Alat penukar panas (heat exchanger) adalah perangkat yang menyediakan aliran energi termal anatra dua atau lebih cairan pada suhu yang berbeda . Dalam proses perpindahan panas di setiap heat exchanger melibatkan dua fluida tube Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan data konsentrasi fluida etilen glikol - polyethylen glikol terhadap nilai U pada alat heat exchanger shell and tube 1-1 mengunakan fluida sistem polyethylen glikol- ethylen glikol dengan aliran co-current. Variable yang digunakan dalam penelitian ini adalah suhu fluida panas masuk berkisr 40,45,50,55,60 0C, suhu fluida dingin masuk 15,20,25,30 0C, Nilai koefisien perpindahan panas overall paling besar diperoleh pada temperatur fluida masuk 40°C yaitu sebesar 135,4576 W/m2°C pada aliran co-current.


Keywords


koefisien perpindahan panas total, variable suhu, aliran fluida co- current

Full Text:

PDF

References


Hasanuzzaman, M., dkk. (2011). Efektivitas Enhancement of Heat Exchanger by Using Nanofluids. Kuala Lumpur: Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Malaya.

Kakac, S., Liu, H. (2002). Heat exchanger: Selection, Rating, and Thermal Design (2ndEd). Florida: CRC Press.

Husen, d. (2016). Efektivitasdan Efesiensi alat penukar panas Jenis Shell and tube tipe 1-1 kapasitas 20 liter untuk sistem Air-Air.

Chalim,A,dkk.(2017). Koefisien Perpindahan Kalor Total (U) sistem Air Etilene Glikol Menggunakan Alat Penukar Kalor Shell and Tube 69-75.

Sudrajad, J. (2017). Analisa Kinerja Heat Exchanger shell and tube pada sistem COG Booster di Integrated Steel Mill Krakatau , 100-105.

Istanto, T. (2016). Pengaruh laju aliran coolant campuran air dengan ethylene glycol terhadap laju perpindahan panas dan penurunan tekanan radiator otomotif, 71-76.

Syaichurrozi, I., Metta, A., & Imanuddin, A. (2014). Kajian Performa Alat Penukar Panas Plate and Frame : Pengaruh Laju Alir Massa, Temperatur Umpan dan Arah Aliran Terhadap Koefisien Perpindahan Panas Menyeluruh, Eksergi, XI (02).

Geankoplis.C. (2003). Tranport Proces and separation proces Principles. Pretince-Hall: Geankoplis.C. J.

Sanu, W. P. (2015). Efektivitas Perpindahan Panas Pada Double Pipe Heat Exchanger Dengan Groove.

Naik, V.R., Matawala, V.K., 2013, Experimental Investigation of single phase Chevron Type Gasket Plate Heat Exhanger. International Journal of Engineering and Advanced Technology (IJEAT), Vol. 2 (4) :362-369.

Dhani. (2012). Pengaruh Coolant Berbahan Dasar Air dengan Etilen Glikol terhadap Unjuk Kerja Perpindahan Panas dan Penurunan Tekanan Radiator Otomotif, .

Karinaa, A. M. (2014). Kajian Performa Alat Penukar Panas Plate and Frame : Pengaruh Laju Alir Massa, Temperatur, 21.

Artono Koestoer, R. (2002). Perpindahan Kalor, 16-17.

Kreith. (1973). Principle Heat Transfer. In Kreith, Prijono,A (p. Edisi 3). Jakarta: Erlangga.

Handoyo, E. (2000). Pengaruh Kecepatan Aliran Terhadap Efektivitas Shell and-Tube

Heat Exchanger, Jurnal Teknik Mesin, 8690




DOI: http://dx.doi.org/10.33795/distilat.v6i2.135

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Copyright © 2019 Department of Chemical Engineering, Politeknik Negeri Malang